Kemenkumham Sulteng Gelar Workshop Kekayaan Intelektual

PALU, theopini.id Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Sulawesi Tengah menggelar workshop kekayaan intelektual.

Kegiatan ini, mengusung tema “Inovasi dan Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Pembangunan Ekonomi Kreatif di Daerah Berbasis Merek dan Indikasi Geografis, di Palu, 15 Oktober 2024.

Baca Juga: Hari UMKM Nasional, Kemenkumham Sulteng Gaungkan Perlindungan KI

“Acara ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman pelaku usaha, dan masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kekayaan intelektual, dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif di daerah,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tengah, Hermansyah Siregar.

Ia menekankan pentingnya inovasi serta perlindungan kekayaan intelektual, terutama merek dan indikasi geografis, untuk memajukan sektor ekonomi kreatif di Sulawesi Tengah.

BACA JUGA:  DISPKH Parimo Terima Dua Penghargaan dari Kementan

Dengan perlindungan yang tepat, kata dia, produk-produk lokal dapat memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar nasional maupun internasional.

Ia menjelaskan, indikasi geografis merupakan salah satu jenis hak atas kekayaan intelektual, bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum terhadap originilitas suatu produk yang umumnya dilabeli daerah asal.

Hal itu, mengisyaratkan kualitas produk tersebut hanya dapat diciptakan dari suatu daerah yang memiliki keunikan atau kelebihan khusus dari sumber daya alamnya, sumber daya manusianya, maupun kombinasi dari keduanya.

“Indikasi geografis dapat menjadi aset yang dapat digunakan sebagai sarana untuk mensejahterakan masyarakat suatu daerah,” ujarnya.

BACA JUGA:  PGRI Sulteng Didorong Jadi Mitra Strategis Transformasi Pendidikan

Baca Juga: SKD CPNS Kemenkumham Sulteng Dijadwalkan pada 19-26 Oktober 2024

Selain itu, indikasi geografis juga merupakan strategi bisnis yang dapat memberikan nilai tambah komersial terhadap keaslian, limitasi, serta reputasi suatu produk dari suatu daerah. Bahkan, tidak dapat ditiru daerah lainnya

Dengan workshop ini, ia berharap, Sulawesi Tengah dapat menjadi provinsi percontohan pengembangan merek dan indikasi geografis.

Komentar