the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Daerah

Dampak Tambang Ilegal Kayuboko, Puluhan Hektare Sawah di Parigi Tak Lagi Produktif

the OPINIbythe OPINI
13 Juni 2025
in Daerah
Reading Time: 2 mins read
the OPINIbythe OPINI
13 Juni 2025
in Daerah
Reading Time: 2 mins read
Izin Hanya 17 Hektare, Bukaan Tambang Disebut Capai 100 Hektare di Kayuboko

Lokasi IPR Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parimo. (Foto: Oppie)

Baca Juga

Long Boat Bawa Lima Orang Hilang Kontak di Perairan Balut, Dua di Antaranya Anak-anak

Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

Anwar Hafid Ikut Donor Darah, Demokrat Sulteng Ajak Masyarakat Bantu Sesama

PARIMO, theopini.id – Puluhan hektare sawah di Desa Pombalowo dan Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, tak lagi produktif.

Bukan karena musim kering, tapi akibat aktivitas tambang emas ilegal di hulu Sungai Air Panas-Olaya, tepatnya di wilayah Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat.

Baca Juga: Air Berlumpur, Sawah Terancam: Jeritan Petani di Tengah Kepungan Tambang

Air yang selama ini menjadi sumber penghidupan pertanian dialiri lumpur pekat. Irigasi desa tak mampu menopang kebutuhan lahan.

Akibatnya, petani terpaksa membiarkan sawah mereka mengering, tak tersentuh selama lebih dari satu tahun.

“Kalau di sini, masalahnya pada irigasi. Debit air berkurang karena aliran dari atas membawa endapan lumpur dari tambang emas ilegal di Desa Kayuboko,” kata Kepala Desa Pombalowo, Anwar K, saat dihubungi via WhatsApp, Jumat, 13 Juni 2025.

Menurut Anwar, sekitar 50 hektare sawah milik tiga kelompok tani di desanya, kini tak lagi bisa diolah. Irigasi desa tak cukup mengaliri seluruh lahan.

Satu-satunya harapan, adalah mengembalikan fungsi Sungai Air Panas-Olaya. Namun mustahil, jika tambang terus beroperasi.

Dilema ini semakin berat, terlebih pemerintah tengah mendorong target swasembada pangan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami tidak mampu hentikan tambang ilegal, tapi setidaknya jangan sampai merusak sektor lain. Jangan karena kepentingan segelintir orang, banyak yang dikorbankan,” tegas Anwar.

Ia menyebut, pertanian sebagai pondasi ekonomi lokal. Bagi warga Desa Pombalowo, sawah adalah satu-satunya sumber penghidupan. Kini, mereka hanya bisa berharap ada solusi dari wakil rakyat.

“Kami berencana menyampaikan masalah ini ke anggota DPRD Parimo. Harapan kami agar air cukup, sawah bisa digarap kembali,” ujarnya.

Desa Olaya: Nasib Serupa, Harapan Menipis

Nasib serupa dialami warga Desa Olaya. Sekitar 30 hektare sawah di wilayah ini juga terbengkalai. Hanya saat musim hujan petani bisa mengolah lahan.

Baca Juga: Legalisasi Tambang Rakyat Didorong, Kelestarian Alam Dipertaruhkan

Kepala Desa Olaya, Idham mengungkapkan, krisis air akibat tambang emas legal bukan hanya menghantam pertanian. Para nelayan nike, ikan kecil yang biasa ditangkap di muara sungai juga mulai kehilangan hasil tangkapan mereka.

“Saya sebagai kepala desa sudah pasrah. Pernah ke atas (Kayuboko) untuk menegur, tapi malah difitnah menerima jatah dari tambang,” keluhnya.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DesaOlaya#DesaPombalowo#KecamatanParigi#parigimoutong#PETIKayuboko#Sulteng#tambangemas
ShareSendTweet
Previous Post

Bupati Banggai Tegaskan Target Kurangi Tenaga Kerja Luar Lewat Pelatihan

Next Post

Disdikbud Parimo Terapkan E-Ijazah, Cegah Peredaran Dokumen Palsu

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Kemampuan Keuangan Terbatas, Pemda Parimo Tekankan Prioritas Belanja APBD-P 2026

Kemampuan Keuangan Terbatas, Pemda Parimo Tekankan Prioritas Belanja APBD-P 2026

14 Oktober 2026
Pemda Buol Susun Peta Jalan Pengembangan Kawasan Agropolitan

Pemda Buol Susun Peta Jalan Pengembangan Kawasan Agropolitan

13 Oktober 2026
Bupati Banggai Tekankan Integritas dalam Pengadaan Barang dan Jasa

Bupati Banggai Tekankan Integritas dalam Pengadaan Barang dan Jasa

13 Oktober 2026
Tiga Instansi Paparkan Penanganan Dugaan Asusila dan Penganiayaan ASN di Parimo

Tiga Instansi Paparkan Penanganan Dugaan Asusila dan Penganiayaan ASN di Parimo

13 Oktober 2026
Truk ODOL Dilarang Melintas di Ruas Jalan Pape–Barati–Tomata

Truk ODOL Dilarang Melintas di Ruas Jalan Pape–Barati–Tomata

12 Oktober 2026
163 Mahasiswa Untad Palu Diterjunkan ke Empat Kecamatan di Parimo, Sasar Masalah Kesehatan

163 Mahasiswa Untad Palu Diterjunkan ke Empat Kecamatan di Parimo, Sasar Masalah Kesehatan

12 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Long Boat Bawa Lima Orang Hilang Kontak di Perairan Balut, Dua di Antaranya Anak-anak

Long Boat Bawa Lima Orang Hilang Kontak di Perairan Balut, Dua di Antaranya Anak-anak

14 Oktober 2026
Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

14 Oktober 2026
Anwar Hafid Ikut Donor Darah, Demokrat Sulteng Ajak Masyarakat Bantu Sesama

Anwar Hafid Ikut Donor Darah, Demokrat Sulteng Ajak Masyarakat Bantu Sesama

14 Oktober 2026
Buka KAPAK 2026, Wabup Parimo Tekankan Keselamatan Peserta

Buka KAPAK 2026, Wabup Parimo Tekankan Keselamatan Peserta

14 Oktober 2026
Kemampuan Keuangan Terbatas, Pemda Parimo Tekankan Prioritas Belanja APBD-P 2026

Kemampuan Keuangan Terbatas, Pemda Parimo Tekankan Prioritas Belanja APBD-P 2026

14 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

APBD Perubahan Disahkan, Target PAD Parimo Rp261,43 Miliar

APBD Perubahan Disahkan, Target PAD Parimo Rp261,43 Miliar

13 Oktober 2026
Anwar Hafid: Tambang Emas Harus Menghidupi Rakyat Buol, Bukan Orang Luar

Anwar Hafid: Tambang Emas Harus Menghidupi Rakyat Buol, Bukan Orang Luar

12 Oktober 2026
Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Pulau Kabetan Diusulkan Ditutup, Korban Belum Ditemukan

Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Pulau Kabetan Ditutup, Korban Belum Ditemukan

10 Oktober 2026
Wali Kota Gorontalo Ancam Rombak Manajemen RSUD Aloei Saboe

Wali Kota Gorontalo Ancam Rombak Manajemen RSUD Aloei Saboe

12 Oktober 2026
Polisi Amankan Tujuh Orang Positif Narkoba dalam Penggerebekan di Kayumalue

Polisi Amankan Tujuh Orang Positif Narkoba dalam Penggerebekan di Kayumalue

12 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d