Pemerintah Andalkan APBN 2025 sebagai Penyangga Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

JAKARTA, theopini.id — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 akan menjadi instrumen utama pemerintah untuk menjaga stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berubah.

“Pelaksanaan APBN 2025 sangat menantang, karena lingkungan yang berubah sangat dinamis dan juga karena ada prioritas-prioritas baru dari Presiden yang dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja ekonomi dan meningkatkan pertahanan dan ketahanan negara kita,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Rabu, 3 Juli 2025.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Dorong Kepala Daerah Berinovasi Biayai Pembangunan

Ia menekankan, APBN 2025 harus dilaksanakan secara hati-hati, kredibel, dan responsif terhadap tekanan ekonomi global.

BACA JUGA:  Menpan RB Sebut Hanya Ada Dua Status Pegawai Pemerintah di 2023

“APBN juga diharapkan bisa terus mendorong pertumbuhan ekonomi, melindungi daya beli masyarakat, dan melakukan tugas untuk mendukung transformasi perekonomian,” jelasnya.

Selain menjaga stabilitas, APBN tahun depan juga diarahkan untuk mendukung program-program prioritas nasional, termasuk makan bergizi gratis, revitalisasi sekolah, pemeriksaan kesehatan gratis, sekolah rakyat, penguatan koperasi, dan pembangunan perumahan.

“Program-program tersebut diharapkan dapat berjalan sesuai dengan harapan dan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kinerja perekonomian, serta kemakmuran masyarakat. APBN 2025 akan terus kita jaga secara berkelanjutan,” kata Menkeu.

Sri Mulyani juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Banggar DPR RI terhadap proyeksi defisit APBN 2025 sebesar 2,78 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta persetujuan penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk menutup defisit.

BACA JUGA:  Kapolda Sulteng Soroti Kekurangan Personel dan Polsek Saat Kunjungan Komisi III DPR RI

“Langkah ini, strategis dalam menjaga keberlanjutan fiskal dan mendukung kebijakan countercyclical untuk menghadapi tekanan global,” tegasnya.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani: Bea Cukai Berhasil Cegah Kerugian Negara Rp820 Miliar

Di sisi lain, pemerintah akan terus memperkuat harmonisasi belanja pusat dan daerah serta mengoptimalkan penerimaan dari pajak, bea cukai, dan PNBP untuk menjaga kesehatan fiskal.

“Pemerintah berterima kasih atas dukungan DPR yang terus melaksanakan tugas sesuai dengan hak budget dan secara konstruktif mengawal pelaksanaan APBN agar tetap sehat dan kredibel,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar