SIGI, theopini.id – Suasana Desa Puroo, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah semakin semarak dengan kedatangan para peserta off-road yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Danau Lindu (FDL) 2025, Sabtu, 19 Juli 2025.
Kedatangan para off-roader dari berbagai daerah ini, disambut langsung oleh Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, bersama Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi.
Baca Juga: Kejari Parimo Bersama IOF Ikut Fun Offroad Adhyaksa 2024
Kegiatan ini, bukan sekadar tantangan menaklukkan medan ekstrem, namun juga menjadi medium strategis memperkuat kolaborasi lintas daerah serta membuka peluang baru bagi pengembangan akses wilayah terpencil.
“Kami menyambut hangat kehadiran seluruh peserta. Ajang ini bukan hanya soal adrenalin dan petualangan, tetapi juga menjadi jembatan silaturahmi antar komunitas dan sarana eksplorasi potensi wilayah yang selama ini belum banyak tersentuh,” ujar Bupati Rizal dalam sambutannya.
Peserta off-road berasal dari berbagai kabupaten/kota, termasuk komunitas dari Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, seperti Kabupaten Sigi, Kota Palu, dan Kabupaten Pasangkayu.
Mereka menempuh jalur ekstrem menuju Danau Lindu, sebagai bagian dari misi mempromosikan pariwisata dan ketahanan akses kawasan pegunungan.
Lebih jauh, Bupati Rizal menekankan pentingnya peran komunitas off-road dalam mendukung pemetaan dan peninjauan jalur potensial yang bisa membuka konektivitas antardaerah.
Salah satu wilayah yang diusulkan untuk peninjauan adalah, Dusun Manggalapi di Kecamatan Palolo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Parigi Moutong.
Baca Juga: Kapolda Sulteng Gelar Offroad Napak Tilas di Poso, Bertajuk Kembali ke NKRI
“Kami melihat komunitas off-road memiliki kemampuan navigasi dan penjelajahan yang bisa dioptimalkan. Mereka bisa menjadi mitra strategis dalam pembukaan jalur alternatif, yang kelak berdampak langsung pada kelancaran distribusi hasil panen dan mobilitas warga,” ujarnya.
Festival Danau Lindu 2025 tak hanya menjadi wadah pelestarian budaya dan promosi wisata, tetapi juga momentum untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas hobi seperti off-road, dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar