Karhutla Parimo Capai 147 Hektare, Terluas di Desa Avolua

PARIMO, theopini.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, telah menghanguskan total sekitar 147 hektare lahan di sejumlah desa dan kecamatan. Dari luasan tersebut, Desa Avolua menjadi wilayah terdampak terparah.

“Total luasan terdampak karhutla mencapai kurang lebih 147 hektare yang tersebar di beberapa lokasi,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Parimo, Rivai via telepon, Sabtu, 7 Februari 2026.

Baca Juga: Karhutla Ancam Warga, Dinkes Parimo Perkuat Kesiapsiagaan Kesehatan

Ia merinci, kebakaran di Dusun 4 Desa Toboli dan Dusun 1 Desa Avolua mencapai sekitar 29 hektare. Sementara di Dusun 2 dan Dusun 3 Desa Avolua, api menghanguskan lahan paling luas, yakni sekitar 99 hektare.

BACA JUGA:  Wabup Parimo Tinjau Asrama Pantai Timur di Palu, Bahas Kebersihan dan Kendala Fasilitas

Selain itu, kebakaran juga terjadi di wilayah perbatasan Desa Avolua dan Desa Ulevolo dengan luasan sekitar 19,66 hektare, serta di Dusun 1 Desa Towera, Kecamatan Siniu, seluas 2,2 hektare.

“Jika ditotal, Desa Avolua menyumbang luasan terbakar terbesar, sehingga menjadi fokus utama penanganan,” jelasnya.

Untuk mengendalikan kebakaran yang meluas tersebut, BPBD Parigi Moutong bersama pemerintah daerah membentuk Posko Terpadu Karhutla dan Kekeringan.

Sebanyak 334 personel lintas instansi, dikerahkan untuk mendukung upaya pemadaman dan penanganan dampak kebakaran.

Ratusan personel tersebut terdiri dari unsur Damkar, Manggala Agni, TRC BPBD Provinsi dan Kabupaten, TNI, Polri, Dinas Sosial/Tagana, PMI, Dinas Kesehatan, FPRB, MDMC, serta sejumlah OPD teknis lainnya.

BACA JUGA:  Pemda Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Tekan Angka Stunting

“Keterlibatan ratusan personel ini menunjukkan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dan lintas sektor, mulai dari pemadaman, logistik, hingga pelayanan kesehatan,” tegas Rivai.

Baca Juga: Pemda Parimo Dorong Peran Warga Hadapi Ancaman Karhutla

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca kering, serta segera melaporkan jika menemukan titik api di sekitar permukiman atau lahan perkebunan.

“Karhutla berdampak besar terhadap lingkungan dan kesehatan. Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar