the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Parlemen

DPRD Morut Ungkap Dampak Tambang Berhenti: PHK Naik, UMKM Lesu

the OPINIbythe OPINI
20 April 2026
in Parlemen
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
20 April 2026
in Parlemen
Reading Time: 3 mins read
DPRD Morut Ungkap Dampak Tambang Berhenti: PHK Naik, UMKM Lesu

Anggota DPRD Morut, Arman Purnama Marunduh. (Foto: IST)

Baca Juga

Embarkasi Antara Palu Ditargetkan Beroperasi 2027, Persiapan Capai 90 Persen

Ditressiber Polda Sulteng Ungkap Dugaan Judi Togel di Sigi, Sita HP hingga Buku Rekapan

Sidang Sengketa JPTP Parimo, Penggugat Ajukan Pencabutan Gugatan

MORUT, theopini.id – DPRD Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah mengungkap dampak berhentinya aktivitas perusahaan tambang terhadap perekonomian daerah, yang memicu peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan melemahnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Berhentinya aktivitas perusahaan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan,” kata anggota DPRD Morut, Arman Purnama Marunduh, dihubungi Minggu, 19 April 2026.

Ia menjelaskan, ketika PHK terjadi, perputaran ekonomi langsung melemah. Kondisi itu terlihat dari kos-kosan yang mulai kosong, turunnya daya beli masyarakat, hingga lesunya aktivitas UMKM.

Menurutnya, UMKM di wilayah lingkar tambang seperti Bunta, Tompira hingga Bungintimbe sangat bergantung pada perputaran uang dari karyawan perusahaan.

Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan penghasilan karyawan sebagian besar hanya habis untuk kebutuhan dasar, seperti sewa tempat tinggal atau kos, biaya keluarga, hingga transportasi.

“Hampir tidak ada sisa untuk konsumsi di luar. Akibatnya, banyak UMKM yang tutup,” ujarnya.

Di sisi lain, Arman juga menyoroti minimnya kontribusi industri tambang nikel terhadap pendapatan daerah.

“Pendapatan asli daerah hanya sekitar Rp240 miliar, berbeda dengan Kabupaten Morowali yang pendapatan daerahnya lebih dari satu triliun. Padahal objek dan industrinya relatif sama,” ungkapnya.

Pernyataan Arman tersebut, menguatkan kondisi yang dialami langsung oleh pelaku UMKM di lapangan.

“Saat ini, UMKM sekitar tambang hidup dari aktivitas karyawan di perusahaan,” kata pedagang ayam potong, Muhammad Arif, di Desa Towara, Kecamatan Petasia Timur.

Ia menjelaskan, usahanya sangat terdampak sejak gelombang PHK terjadi di perusahaan tambang Morut.

Sebelum PHK, Arif mampu menjual 10–15 ekor ayam potong setiap hari dengan harga Rp75 ribu per ekor. Namun setelah PHK besar-besaran, penjualannya turun drastis menjadi 1–2 ekor per hari dengan harga Rp70 ribu per ekor.

Sementara itu, Carolina, pedagang buah, sayur, dan rempah di Desa Towara, mengaku usahanya yang telah berjalan selama enam tahun terpaksa tutup dalam enam bulan terakhir.

“Usaha saya sudah enam tahun, tapi enam bulan terakhir akhirnya tutup karena tidak adanya pembeli,” katanya.

Ia menjelaskan, penurunan jumlah karyawan perusahaan berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Padahal sebelumnya, pendapatan harian bisa mencapai Rp2–3 juta dengan keuntungan bersih sekitar Rp500 ribu.

“Perusahaan tutup, usaha juga ikut tutup,” ujarnya.

Ia menambahkan, usaha lain yang turut terdampak adalah layanan jasa makanan dan minuman (catering) yang selama ini memasok kebutuhan perusahaan.

Penguatan sektor UMKM dinilai menjadi langkah krusial di tengah kondisi tersebut. Pasalnya, basis produksi tradisional seperti perkebunan rakyat non-sawit dan perikanan tangkap saat ini juga telah terdampak dan sulit dipulihkan sebagai sumber ekonomi utama.

Kondisi itu, membuat masyarakat cenderung semakin bergantung pada sektor tambang. Pemerintah Daerah (Pemda) Morut disebut, telah melakukan upaya melalui penyaluran Bantuan Kewirausahaan Mandiri (BKM) bagi pelaku UMKM.

Namun, agar UMKM dapat bertumbuh optimal, diperlukan strategi kebijakan yang lebih terintegrasi, terutama dengan memasukkan UMKM ke dalam ekosistem kawasan industri, meskipun saat ini sejumlah perusahaan tengah melakukan pengurangan operasional.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DPRDMorut#KabupatenMorut#Sulteng
Previous Post

Pemprov Sulteng Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Tekan Angka Stunting

Next Post

Bupati Parimo Usulkan Program Lahan dan Irigasi di Rakornas Kementan Hadapi Kekeringan

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Yushar Minta Kuota BBM Nelayan Parimo Dievaluasi

Yushar Minta Kuota BBM Nelayan Parimo Dievaluasi

27 Oktober 2026
Truk Parkir hingga 24 Jam di SPBU Kampal, DPRD Parimo Desak Penertiban

Truk Parkir hingga 24 Jam di SPBU Kampal, DPRD Parimo Desak Penertiban

27 Oktober 2026
DPRD Kota Palu Kawal Aspirasi Buruh yang Menolak Pengalihan Layanan PELNI

DPRD Kota Palu Kawal Aspirasi Buruh yang Menolak Pengalihan Layanan PELNI

26 Oktober 2026
Feiny Kairupan Desak Pemda Intervensi Distribusi Solar untuk Rumah Sakit

Feiny Kairupan Desak Pemda Intervensi Distribusi Solar untuk Rumah Sakit

26 Oktober 2026
Target PAD Parimo Naik, Adnyana Minta Penjelasan Banggar

Target PAD Parimo Naik, Adnyana Minta Penjelasan Banggar

13 Oktober 2026
APBD Perubahan Disahkan, Target PAD Parimo Rp261,43 Miliar

APBD Perubahan Disahkan, Target PAD Parimo Rp261,43 Miliar

13 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Embarkasi Antara Palu Ditargetkan Beroperasi 2027, Persiapan Capai 90 Persen

Embarkasi Antara Palu Ditargetkan Beroperasi 2027, Persiapan Capai 90 Persen

28 Oktober 2026
Ditressiber Polda Sulteng Ungkap Dugaan Judi Togel di Sigi, Sita HP hingga Buku Rekapan

Ditressiber Polda Sulteng Ungkap Dugaan Judi Togel di Sigi, Sita HP hingga Buku Rekapan

28 Oktober 2026
Sidang Sengketa JPTP Parimo, Penggugat Ajukan Pencabutan Gugatan

Sidang Sengketa JPTP Parimo, Penggugat Ajukan Pencabutan Gugatan

28 Oktober 2026

Gempa Bumi Terkini 5.0 M Guncang 187 km BaratLaut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT

28 Oktober 2026
Pemda Parimo Siapkan Pembersihan Lahan Huntap Korban Banjir Sibalago

Pemda Parimo Siapkan Pembersihan Lahan Huntap Korban Banjir Sibalago

28 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Munafri Dorong Penguatan PAUD dan Edukasi Lingkungan Sejak Dini

Munafri Dorong Penguatan PAUD dan Edukasi Lingkungan Sejak Dini

24 Oktober 2026
DPRD Kota Palu Kawal Aspirasi Buruh yang Menolak Pengalihan Layanan PELNI

DPRD Kota Palu Kawal Aspirasi Buruh yang Menolak Pengalihan Layanan PELNI

26 Oktober 2026
GPM Parimo Sediakan Paket Sembako Bersubsidi, Digelar Lagi Jelang Nataru

GPM Parimo Sediakan Paket Sembako Bersubsidi, Digelar Lagi Jelang Nataru

23 Oktober 2026
Bawaslu Parimo Soroti Keanggotaan Ganda dan ASN di Partai Politik

Bawaslu Parimo Soroti Keanggotaan Ganda dan ASN di Partai Politik

22 Oktober 2026
Wagub Sulteng Minta Pemetaan Kebutuhan Dokter Spesialis di Buol

Wagub Sulteng Minta Pemetaan Kebutuhan Dokter Spesialis di Buol

24 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d