the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Parlemen

DPRD Morut Ungkap Dampak Tambang Berhenti: PHK Naik, UMKM Lesu

the OPINIbythe OPINI
20 April 2026
in Parlemen
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
20 April 2026
in Parlemen
Reading Time: 3 mins read
DPRD Morut Ungkap Dampak Tambang Berhenti: PHK Naik, UMKM Lesu

Anggota DPRD Morut, Arman Purnama Marunduh. (Foto: IST)

MORUT, theopini.id – DPRD Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah mengungkap dampak berhentinya aktivitas perusahaan tambang terhadap perekonomian daerah, yang memicu peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan melemahnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Berhentinya aktivitas perusahaan berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan,” kata anggota DPRD Morut, Arman Purnama Marunduh, dihubungi Minggu, 19 April 2026.

Ia menjelaskan, ketika PHK terjadi, perputaran ekonomi langsung melemah. Kondisi itu terlihat dari kos-kosan yang mulai kosong, turunnya daya beli masyarakat, hingga lesunya aktivitas UMKM.

Menurutnya, UMKM di wilayah lingkar tambang seperti Bunta, Tompira hingga Bungintimbe sangat bergantung pada perputaran uang dari karyawan perusahaan.

Baca Juga

Wagub Reny Ajak RSUD Undata Palu Terapkan Budaya Kaizen

Remaja 18 Tahun Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP

Indeks Kerukunan Umat Beragama Kota Palu Lampaui Rata-rata Nasional

Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan penghasilan karyawan sebagian besar hanya habis untuk kebutuhan dasar, seperti sewa tempat tinggal atau kos, biaya keluarga, hingga transportasi.

“Hampir tidak ada sisa untuk konsumsi di luar. Akibatnya, banyak UMKM yang tutup,” ujarnya.

Di sisi lain, Arman juga menyoroti minimnya kontribusi industri tambang nikel terhadap pendapatan daerah.

“Pendapatan asli daerah hanya sekitar Rp240 miliar, berbeda dengan Kabupaten Morowali yang pendapatan daerahnya lebih dari satu triliun. Padahal objek dan industrinya relatif sama,” ungkapnya.

Pernyataan Arman tersebut, menguatkan kondisi yang dialami langsung oleh pelaku UMKM di lapangan.

“Saat ini, UMKM sekitar tambang hidup dari aktivitas karyawan di perusahaan,” kata pedagang ayam potong, Muhammad Arif, di Desa Towara, Kecamatan Petasia Timur.

Ia menjelaskan, usahanya sangat terdampak sejak gelombang PHK terjadi di perusahaan tambang Morut.

Sebelum PHK, Arif mampu menjual 10–15 ekor ayam potong setiap hari dengan harga Rp75 ribu per ekor. Namun setelah PHK besar-besaran, penjualannya turun drastis menjadi 1–2 ekor per hari dengan harga Rp70 ribu per ekor.

Sementara itu, Carolina, pedagang buah, sayur, dan rempah di Desa Towara, mengaku usahanya yang telah berjalan selama enam tahun terpaksa tutup dalam enam bulan terakhir.

“Usaha saya sudah enam tahun, tapi enam bulan terakhir akhirnya tutup karena tidak adanya pembeli,” katanya.

Ia menjelaskan, penurunan jumlah karyawan perusahaan berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Padahal sebelumnya, pendapatan harian bisa mencapai Rp2–3 juta dengan keuntungan bersih sekitar Rp500 ribu.

“Perusahaan tutup, usaha juga ikut tutup,” ujarnya.

Ia menambahkan, usaha lain yang turut terdampak adalah layanan jasa makanan dan minuman (catering) yang selama ini memasok kebutuhan perusahaan.

Penguatan sektor UMKM dinilai menjadi langkah krusial di tengah kondisi tersebut. Pasalnya, basis produksi tradisional seperti perkebunan rakyat non-sawit dan perikanan tangkap saat ini juga telah terdampak dan sulit dipulihkan sebagai sumber ekonomi utama.

Kondisi itu, membuat masyarakat cenderung semakin bergantung pada sektor tambang. Pemerintah Daerah (Pemda) Morut disebut, telah melakukan upaya melalui penyaluran Bantuan Kewirausahaan Mandiri (BKM) bagi pelaku UMKM.

Namun, agar UMKM dapat bertumbuh optimal, diperlukan strategi kebijakan yang lebih terintegrasi, terutama dengan memasukkan UMKM ke dalam ekosistem kawasan industri, meskipun saat ini sejumlah perusahaan tengah melakukan pengurangan operasional.

Baca berita lainnya di Google News

Tags: #DPRDMorut#KabupatenMorut#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Pemprov Sulteng Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Tekan Angka Stunting

Next Post

Bupati Parimo Usulkan Program Lahan dan Irigasi di Rakornas Kementan Hadapi Kekeringan

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Fraksi Keadilan Rakyat: Opini WTP Bukan Tolak Ukur Keberhasilan Pengelolaan APBD

Fraksi Keadilan Rakyat: Opini WTP Bukan Tolak Ukur Keberhasilan Pengelolaan APBD

22 Juli 2026
Yushar Minta Pemda Parimo Libatkan Nelayan Kompeten dalam Kerja Sama dengan Investor

Yushar Minta Pemda Parimo Libatkan Nelayan Kompeten dalam Kerja Sama dengan Investor

21 Juli 2026
Fraksi Perindo: Setiap Rupiah APBD Parimo Harus Berdampak bagi Rakyat

Fraksi Perindo: Setiap Rupiah APBD Parimo Harus Berdampak bagi Rakyat

21 Juli 2026
Arnol Soroti Minimnya Anggaran Pelaksanaan MTQ Tingkat Desa dan Kecamatan

Arnol Soroti Minimnya Anggaran Pelaksanaan MTQ Tingkat Desa dan Kecamatan

19 Juli 2026
Basuki Minta Program BERANI Berkah untuk Imam Masjid Disosialisasikan Secara Matang

Basuki Minta Program BERANI Berkah untuk Imam Masjid Disosialisasikan Secara Matang

17 Juli 2026
DPRD Maros Jadikan Banggai Rujukan Pelaksanaan Program Pembangunan

DPRD Maros Jadikan Banggai Rujukan Pelaksanaan Program Pembangunan

9 Juli 2026

ARTIKEL TERKINI

Wagub Reny Ajak RSUD Undata Palu Terapkan Budaya Kaizen

Wagub Reny Ajak RSUD Undata Palu Terapkan Budaya Kaizen

23 Juli 2026
Remaja 18 Tahun Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP

Remaja 18 Tahun Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP

23 Juli 2026
Indeks Kerukunan Umat Beragama Kota Palu Lampaui Rata-rata Nasional

Indeks Kerukunan Umat Beragama Kota Palu Lampaui Rata-rata Nasional

23 Juli 2026
Pemkot Palu Targetkan KIM Terbentuk di Seluruh Kelurahan

Pemkot Palu Targetkan KIM Terbentuk di Seluruh Kelurahan

23 Juli 2026
Pemda Parimo Pastikan Anggaran Iuran JKN 2026 Mencukupi

Pemda Parimo Pastikan Anggaran Iuran JKN 2026 Mencukupi

23 Juli 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Tetap Terjaga pada Semester I 2026

KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Tetap Terjaga pada Semester I 2026

21 Juli 2026
Wali Kota Palu Targetkan Perumda Jadi Winning Team, Dewan Pengawas dan Dirut Baru Resmi Dilantik

Wali Kota Palu Targetkan Perumda Jadi Winning Team, Dewan Pengawas dan Dirut Baru Resmi Dilantik

20 Juli 2026
Hestiwati Minta LKS di Parimo Segera Terakreditasi Agar Akses Bantuan Meningkat

Hestiwati Minta LKS di Parimo Segera Terakreditasi Agar Akses Bantuan Meningkat

23 Juli 2026

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 234 km BaratLaut PULAUKARATUNG-SULUT

22 Juli 2026
Pemda Banggai Komitmen Tingkatkan Sarana Pendidikan dan Kompetensi Guru

Pemda Banggai Komitmen Tingkatkan Sarana Pendidikan dan Kompetensi Guru

20 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In