the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Keluarga Pasien Keluhkan Minimnya Kehadiran Dokter Ahli di RSUD Raja Tombolotutu

the OPINIbythe OPINI
15 Mei 2026
in Headline
Reading Time: 2 mins read
the OPINIbythe OPINI
15 Mei 2026
in Headline
Reading Time: 2 mins read
Keluarga Pasien Keluhkan Minimnya Kehadiran Dokter Ahli di RSUD Raja Tombolotutu

Ilustrasi gedung RSUD Raja Tombolotutu dan anggota DPRD Parigi Moutong, Irawati. Gambar merupakan hasil olahan/editing menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

PARIMO, theopini.id – Pelayanan di RSUD Raja Tombolotutu Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah kembali menuai keluhan.

Kali ini, keluarga pasien menyoroti minimnya kehadiran dokter ahli yang dinilai berdampak terhadap penanganan pasien rawat inap.

Keluhan tersebut disampaikan Marni, warga Kecamatan Mepanga, yang ayahnya Rusman (59), warga Dusun II Desa Malalan, sempat menjalani operasi di RSUD Raja Tombolotutu sebelum akhirnya dirujuk dan dirawat di RSUD Anuntaloko Parigi.

“Saya baru tahu kalau dokter ahli di situ datangnya nanti Kamis, Jum’at dan Sabtu,” ujar Marni saat ditemui di Parigi, Jum’at 15 Mei 2026.

Baca Juga

TPQ Baitul Ilmi Masigi Gelar Peringatan Maulid Nabi, Ajak Warga Hadir dan Bersilaturahmi

Dinas Ketahanan Pangan Parimo Dorong Gerakan Tanam Cabai untuk Kendalikan Inflasi

Warga Taopa Resah soal Lahan Eks HGU, DPRD Parimo Minta Pemda Turun Tangan

Ia menjelaskan, ayahnya masuk ke RSUD Raja Tombolotutu setelah mendapat rujukan dari Puskesmas Mepanga pada 27 April 2026, dengan diagnosis gejala usus buntu.

Namun, setelah operasi dilakukan pada 30 April 2026, pasien disebut hanya sekali mendapat penanganan langsung dari dokter ahli.

Padahal, lanjut dia, kondisi Rusman sempat menurun pascaoperasi. Pasien mengalami demam tinggi, batuk hingga muncul lendir di tenggorokan yang menyebabkan dirinya harus menggunakan bantuan oksigen.

Meski pelayanan tenaga kesehatan di rumah sakit dinilai cukup baik, keluarga berharap kehadiran dokter ahli dapat lebih maksimal untuk memantau perkembangan kondisi pasien.

“Tiap hari kami dijanjikan menunggu dokter, tapi saat dokter datang hari Sabtu, ayah saya hanya sekali diperiksa dan disarankan boleh pulang kalau demamnya sudah tidak kambuh,” katanya.

Menurut Marni, keputusan keluarga membawa pasien pulang lebih disebabkan kekhawatiran terhadap minimnya kehadiran dokter spesialis di rumah sakit tersebut.

Kekecewaan keluarga kembali terjadi saat kondisi pasien memburuk akibat lendir di tenggorokan dan harus kembali mendapat bantuan oksigen di Puskesmas Mepanga.

Saat hendak dirujuk kembali ke RSUD Raja Tombolotutu, keluarga mengaku mendapat penolakan dengan alasan keterbatasan tabung oksigen.

“Paling tidak harus ditangani dulu sedikit, karena pasien pernah dirawat di situ,” ujarnya.

Padahal, sebelumnya pihak keluarga telah meminta kepada Puskesmas Mepanga agar pasien langsung dirujuk ke RSUD Anuntaloko Parigi. Hanya saja, permintaan itu tidak dipenuhi dengan alasan pasien sebelumnya telah ditangani di RSUD Raja Tombolotutu.

Menanggapi keluhan tersebut, anggota DPRD Parimo, Irawati, meminta pemerintah daerah melakukan monitoring dan pengawasan terhadap pelayanan di RSUD Raja Tombolotutu Tinombo.

Ia menilai evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar hak-hak pasien dalam memperoleh pelayanan kesehatan dapat terpenuhi, termasuk mencari solusi terkait keterbatasan tenaga dokter ahli.

“Langkah konkret harus ada, karena ini menyangkut keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan,” tegas Irawati.

Baca berita lainnya di Google News

Tags: #DPRDParimo#KecamatanMepanga#parigimoutong#RSUDAnuntalokoParigi#RSUDRajaTombolotutu#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Pemprov Sulteng Perkuat Sistem Keterbukaan Informasi, Siapkan Skema Juru Bicara

Next Post

Gelapkan Motor Warga, Pria Asal Pinrang Ditangkap Polisi di Torue

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Warga Taopa Resah soal Lahan Eks HGU, DPRD Parimo Minta Pemda Turun Tangan

Warga Taopa Resah soal Lahan Eks HGU, DPRD Parimo Minta Pemda Turun Tangan

23 Agustus 2026
WNA Disebut Akan Bebaskan 600 Hektare Lahan di Gio, Wabup Parimo Klaim Belum Tahu

WNA Disebut Akan Bebaskan 600 Hektare Lahan di Gio, Wabup Parimo Klaim Belum Tahu

23 Agustus 2026
Feiny Kairupan Dorong Rumah Aman bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan

Feiny Kairupan Dorong Rumah Aman bagi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan

22 Agustus 2026
Candra Dorong Diversifikasi Penempatan Dana Pemda Parimo

Candra Dorong Diversifikasi Penempatan Dana Pemda Parimo

22 Agustus 2026
KUA-PPAS APBD Parimo 2027, Golkar Dorong Sinergi dan PDIP Soroti Politik Anggaran

KUA-PPAS APBD Parimo 2027, Golkar Dorong Sinergi dan PDIP Soroti Politik Anggaran

21 Agustus 2026
40 WNA Masuk Parimo, Imigrasi Palu Perketat Pengawasan di Lokasi Pertambangan

40 WNA Masuk Parimo, Imigrasi Palu Perketat Pengawasan di Lokasi Pertambangan

21 Agustus 2026

ARTIKEL TERKINI

TPQ Baitul Ilmi Masigi Gelar Peringatan Maulid Nabi, Ajak Warga Hadir dan Bersilaturahmi

TPQ Baitul Ilmi Masigi Gelar Peringatan Maulid Nabi, Ajak Warga Hadir dan Bersilaturahmi

23 Agustus 2026
Dinas Ketahanan Pangan Parimo Dorong Gerakan Tanam Cabai untuk Kendalikan Inflasi

Dinas Ketahanan Pangan Parimo Dorong Gerakan Tanam Cabai untuk Kendalikan Inflasi

23 Agustus 2026
Warga Taopa Resah soal Lahan Eks HGU, DPRD Parimo Minta Pemda Turun Tangan

Warga Taopa Resah soal Lahan Eks HGU, DPRD Parimo Minta Pemda Turun Tangan

23 Agustus 2026
Jelang HUT ke-25, DPC Demokrat Parimo Pererat Silaturahmi dengan Warga Bantaya Lewat Lomba Rakyat

Jelang HUT ke-25, DPC Demokrat Parimo Pererat Silaturahmi dengan Warga Bantaya Lewat Lomba Rakyat

23 Agustus 2026
Dinas TPHP Parimo Bersama Polri Kembangkan Bawang Putih 40 Hektare di Palasa

Dinas TPHP Parimo Bersama Polri Kembangkan Bawang Putih 40 Hektare di Palasa

23 Agustus 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Kekeringan Landa 9 Desa di Parimo, 1.400 Hektare Lahan Terdampak

Kekeringan Landa 9 Desa di Parimo, 1.400 Hektare Lahan Terdampak

23 Agustus 2026

Gempa Bumi Terkini 5.2 M Guncang 68 km TimurLaut RUTENG-MANGGARAI-NTT

22 Agustus 2026
Wawali Palu Ingatkan Maba: Kebebasan Kampus Harus Diiringi Tanggung Jawab

Wawali Palu Ingatkan Maba: Kebebasan Kampus Harus Diiringi Tanggung Jawab

20 Agustus 2026
Parimo Jadi Prioritas, BRMP Sulteng Dorong Penguatan Produksi Pangan dan Teknologi Pertanian

Parimo Jadi Prioritas, BRMP Sulteng Dorong Penguatan Produksi Pangan dan Teknologi Pertanian

21 Agustus 2026
40 WNA Masuk Parimo, Imigrasi Palu Perketat Pengawasan di Lokasi Pertambangan

40 WNA Masuk Parimo, Imigrasi Palu Perketat Pengawasan di Lokasi Pertambangan

21 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In