BPBD Sulteng Gelar Simulasi Penanganan Bencana

PALU, theopini.id – Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sulawesi Tengah, menggelar simulasi penanggulangan bencana. Kegiatan itu dilaksanakan, untuk menyusun skema antisipasi pemerintah dan masyarakat menghadari bencana.

“Menurut Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI 2020), Provinsi Sulawesi Tengah berada pada skor 144,96 atau pada kategori memiliki indeks risiko bencana yang tinggi,” ungkap Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Faisal Mang, saat membacakan sambutan Gubernur, Selasa, 19 Juli 2022.

Baca Juga : BNPB Minta Masyarakat Siapkan Tas Siaga Bencana

Menurut dia, ancaman bencana yang ditemukan di Provinsi Sulawesi Tengah, adalah gempa bumi, tsunami, banjir, banjir bandang, tanah bergeser, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, gelombang ekstrim, dan abrasi.

BACA JUGA:  Pemda Parimo Gelar Bussines Matching di Festival Durian Internasional

Sesuai Undang-undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, kata dia, terdapat perubahan paradigma penanggulangan bencana, dari yang semula bersifat responsif menjadi preventif aktif.

“Dengan kata lain, upaya pengurangan risiko bencana menjadi perhatian besar pemerintah dalam meminimalisir kemungkinan dampak kejadian bencana,” kata dia.

Dia juga menyampaikan, kegiatan simulasi atau geladi ini secara umum terbagi menjadi dua, yaitu geladi ruang (TTX dan CPX)  dan geladi lapangan (FTX).

Khusus dalam kegiatan ini akan dilaksanakan geladi ruang berupa kegiatan Table Top Exercise (TTX) dan Comand Post Exercise (CPX) atau dikenal dengan geladi posko.

BACA JUGA:  Hadiri Peringatan Hari HAM Sedunia 2023, Begini Pesan Wagub Sulteng

Baca Juga : BPBD Parimo Paparkan Penanganan Pra Hingga Pascabencana Banjir

“Harapannya kegiatan ini dapat menyusun rencana antisipasi bencana, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),” pungkasnya.

Diketahui, kegiatan itu dilaksanakan sejak 19 -20 Juli 2022, dalam rangka pembuatan rencana antisipasi dalam kesiapan pemerintah dan masyarakat menghadapi bencana, menjadikan SDM yang kompeten dan profesional, meningkatkan kualitas serta kuantitas SDM di bidang kebencanaan.

Komentar