the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Daerah

Warga Parimo Tertembak, FRAS: Pemerintah Gagal Lindungi Rakyat

the OPINIbythe OPINI
15 Februari 2022
in Daerah
Reading Time: 2 mins read
the OPINIbythe OPINI
15 Februari 2022
in Daerah
Reading Time: 2 mins read
Eva Bande Tegaskan Hak Rakyat Harus Diutamakan dalam Sengketa Tambang Morowali

Ketua Satgs PKA Sulawesi Tengah, Eva Susanti Bande. (Foto: IST)

PALU, theopini.id – Front Rakyat Advokasi Sawit (FRAS) menilai Pemerintah Sulawesi Tengah gagal memberikan perlindungan kepada rakyat, dalam pembubaran aksi unjuk rasa tolak tambang yang mengakibatkan warga di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) terkena tembakan.

“Apa yang terjadi terhadap Erfaldi (21), membuat kami berduka. Saya anggap pemerintah gagal melindungi masyarakat, sampai harus mengalami sedemikian rupa,” ungkap Koodinator FRAS Sulawesi Tengah, Eva Bande, saat dihubungi di Palu, Senin 14 Februari 2022.

Dia menyebut, dalam berbagai catatan peristiwa konflik agraria di Sulawesi Tengah, masyarakat yang memperjuangkan hak-haknya, selalu menjadi korban.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh masyarakat di Parimo, berkaitan dengan persoalan hak dan ruang hidup rakyat, tidak berkaitan dengan persoalan politik atau lainnya.

Baca Juga

Zakat: Dari Kewajiban Ibadah ke Tanggung Jawab Sosial

Rumah Warga Ampibabo Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Materiel Rp25 Juta

Hestiwati Dorong Remaja Genre Parimo Jadi Agen Perubahan di Tengah Masyarakat

Seharusnya, dalam pembubaran unjuk rasa tersebut bukan hanya melihat semaca-mata tindakan penutupan jalan Trans Sulawesi, namun penyebab dari permasalahan tersebut.

“Lagi pula ini kan persoalan sudah ada janji yang membuat masyarakat menuntut itu,” ujarnya.

Dia menilai, apa yang terjadi saat itu merupakan akumulasi dari berbagai konflik agraria di Sulawesi Tengah yang kian menumpuk.

Persoalan itu kata dia, bukan hanya di Parimo, namun di juga terjadi di kabupaten lain seperti Banggai, Morowali, dan Buol.

Kepemimpinan baru H. Rusdy Mastura, sebenarnya membawa angin segara bagi pemerintah agar mempriotitaskan menyelesaikan sengketa antara rakyat, negara dan korporasi.

Ditambah lagi, dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo memprogramkan penyelesaian konflik agrarian secara nasional.

“Sehingga, pemerintah Sulawesi Tengah seharusnya melakukan langkah penyelesaian tersebut,” ujar Eva.

Eva menuturkan, pemerintah harus segera membentuk tim penyelesaian konflik agraria di Sulawesi Tengah, sehingga ada langkah sistematis yang dilakukan.

Langkah tersebut lanjutnya, akan menimbulkan rasa keadilan, karena masyarakat menginginkan aspirasi mereka didengarkan, dan dikembalikan hak-haknya oleh pemerintah.

“Pemerintah harus menyelesaikan konflik agrarian dengan waktu sesingkat-singkatnya setelah peristiwa ini. Sehingga, persoalan di sektor tambang, maupun perkebunan karena saat ini juga terjadi perampasan tanah dan kriminalisasi,” tandasnya.

Dia pun menuntut, kepolisian untuk bertanggungjawab atas apa yang dilakukan terhadap masyarakat sipil. Bahkan, meminta Kapolres Parimo dicopot dari jabatannya.

“Ini peristiwa kelam dalam kasus HAM. Ini bukan perkara main-main, sehingga harus ada langkah yang tidak biasa, karena menurut saya ini konflik yang luar biasa,” pungkasnya.

Laporan : Novita Ramadhan      

Tags: #parigimoutong#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Komnas HAM Sulteng Kawal Penyelidikan Kasus Warga Tertembak

Next Post

Polda Sulteng Mulai Uji Balistik, Jumlah Senpi Diperiksa Bertambah

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Bupati Parimo Ajak Masyarakat Jadikan MTQ Momentum Perang Melawan Narkoba

Bupati Parimo Ajak Masyarakat Jadikan MTQ Momentum Perang Melawan Narkoba

25 Juli 2026
SPBU Kampal: Penyaluran Solar untuk Nelayan Sudah Sesuai Barcode

SPBU Kampal: Penyaluran Solar untuk Nelayan Sudah Sesuai Barcode

24 Juli 2026
Ratusan Anak Semarakkan Peringatakan HAN 2026 di Kota Palu

Ratusan Anak Semarakkan Peringatan HAN 2026 di Kota Palu

24 Juli 2026
Sekda Parimo Minta OPD Percepat Verifikasi Koperasi Merah Putih

Sekda Parimo Minta OPD Percepat Verifikasi Koperasi Merah Putih

24 Juli 2026
Pemkot Palu Targetkan KIM Terbentuk di Seluruh Kelurahan

Pemkot Palu Targetkan KIM Terbentuk di Seluruh Kelurahan

23 Juli 2026
Bupati Parimo Jalani Tes Urin, Tegaskan Komitmen Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Bupati Parimo Jalani Tes Urin, Tegaskan Komitmen Cegah Penyalahgunaan Narkoba

23 Juli 2026

ARTIKEL TERKINI

Zakat: Dari Kewajiban Ibadah ke Tanggung Jawab Sosial

Zakat: Dari Kewajiban Ibadah ke Tanggung Jawab Sosial

26 Juli 2026
Rumah Warga Ampibabo Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Materiel Rp25 Juta

Rumah Warga Ampibabo Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Materiel Rp25 Juta

25 Juli 2026
Hestiwati Dorong Remaja Genre Parimo Jadi Agen Perubahan di Tengah Masyarakat

Hestiwati Dorong Remaja Genre Parimo Jadi Agen Perubahan di Tengah Masyarakat

25 Juli 2026
Bupati Parimo Ajak Masyarakat Jadikan MTQ Momentum Perang Melawan Narkoba

Bupati Parimo Ajak Masyarakat Jadikan MTQ Momentum Perang Melawan Narkoba

25 Juli 2026
SPBU Kampal: Penyaluran Solar untuk Nelayan Sudah Sesuai Barcode

SPBU Kampal: Penyaluran Solar untuk Nelayan Sudah Sesuai Barcode

24 Juli 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Gempa Bumi Terkini 5.6 M Guncang 41 km TimurLaut KAB-GAYOLUES-ACEH

22 Juli 2026
SPBU Kampal: Penyaluran Solar untuk Nelayan Sudah Sesuai Barcode

SPBU Kampal: Penyaluran Solar untuk Nelayan Sudah Sesuai Barcode

24 Juli 2026
Fraksi Keadilan Rakyat: Opini WTP Bukan Tolak Ukur Keberhasilan Pengelolaan APBD

Fraksi Keadilan Rakyat: Opini WTP Bukan Tolak Ukur Keberhasilan Pengelolaan APBD

22 Juli 2026
Ratusan Anak Semarakkan Peringatakan HAN 2026 di Kota Palu

Ratusan Anak Semarakkan Peringatan HAN 2026 di Kota Palu

24 Juli 2026
Remaja 18 Tahun Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP

Remaja 18 Tahun Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP

23 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In