PETI Moutong Menelan Korban Jiwa, Longsor Tewaskan Dua Penambang

PARIMO, theopini.id Tanah longsor dilaporkan terjadi di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Gunung Nasalane, Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, peristiwa longsor diperkirakan terjadi pada Minggu pagi, 28 Desember 2025. Material longsor menimbun sejumlah penambang yang tengah beraktivitas di lokasi tersebut.

Baca Juga: Nama Pejabat Desa Terseret dalam Pusaran Tambang Emas Ilegal Moutong

Sedikitnya dua penambang berjenis kelamin laki-laki dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor. Para korban diketahui berasal dari Desa Boloung Olonggata, Kecamatan Moutong dan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Sementara itu, beberapa penambang lainnya yang berhasil selamat mengalami luka ringan dan sempat dilarikan ke RSUD Buluye Napoae Moutong, untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah menjalani perawatan, para korban luka dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing.

BACA JUGA:  Kajati Sulteng Lantik Wakajati, Koordinator Kejati dan Kajari

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian dan pemerintah desa setempat belum memberikan keterangan resmi. Kapolsek Moutong, AKP Felix Alvon Sodale, serta Kepala Desa Lobu, Mahmud Hasan, yang dikonfirmasi media ini belum merespon.

Kasi Humas Polres Parimo, IPTU Arbit mengaku, pihaknya belum menerima laporan resmi dari jajaran Polsek Moutong terkait peristiwa tersebut.

“Saya belum menerima laporan dari Polsek Moutong. Informasi yang saya dapatkan, lokasi kejadian cukup jauh, sehingga kemungkinan anggota masih dalam perjalanan menuju lokasi,” ujar IPTU Arbit saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu sore.

Selain menimbulkan korban jiwa, aktivitas tambang emas ilegal di Desa Lobu juga meninggalkan dampak lingkungan yang serius.

BACA JUGA:  PPS Susun Data Pemilih Hasil Coklit, Rekapnya Akhir Bulan Ini

Lubang-lubang bekas tambang yang tergenang air tersebut, juga berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk penyebab malaria. Kondisi ini memicu kembali peningkatan kasus malaria di Kabupaten Parimo.

Padahal, Kabupaten Parimo sebelumnya telah dinyatakan berhasil mengeliminasi malaria oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Baca Juga: 14 Desa di Moutong Terpapar Malaria, Tambang Ilegal Disebut Penyebab Utama

Maraknya aktivitas PETI berpotensi mengancam capaian tersebut, serta keselamatan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Diketahui, kawasan Gunung Nasalane di Desa Lobu merupakan satu dari empat gunung yang selama ini menjadi lokasi aktivitas tambang emas ilegal di Kecamatan Moutong. Tiga kawasan lainnya, yakni Bengka, Tagena, dan Lemo.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar