PARIMO, theopini.id – Pejabat (Pj) Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo Djanggola menilai, perlu pendekatan spiritual keagamaan dalam menekan angka pernikahan anak yang kian meningkat, saat ini.
“Bukan hanya memperketat syarat menerbitkan rekomendasi dispensasi pernikahan anak. Karena ini, akan kembali lagi kebudaya masing-masing,” kata Pj Bupati Richar Arnaldo, di Parigi, Selasa, 24 Oktober 2023.
Baca Juga: Wagub Ma’mun: Tingginya Pernikahan Anak di Sulteng Pengaruhi Angka Stunting
Dia mengatakan, meningkatnya angka pernikahan anak di bawah umur, harus menjadi perhatian bersama dan membutuhkan langka-langka konkret.
Salah satunya, mengajak tokoh agama menangani persoalan ini, dengan melakukan pendekatan spiritual keagamaan melalui kegiatan di rumah-rumah ibadah.
Sebab, bukan hanya berkontribusi pada peningkatan kasus Stunting. Meningkatnya pernikahan anak, juga menambah daftar angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Parimo.
“Multiplayer efek. Jadi ada macam-macam dampaknya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pun akan berpengaruh,” tukasnya.
Untuk mendorong peningkatan pendekatan spiritual keagamaan itu, juga bisa dilakukan melalui kegiatan Safari Ramadhan.
Selain itu, program sosialisasi dan pembinaan kemasyarakatan di tingkat kecamatan. Para Camat dapat menyampaikan informasi tentang berbagai dampak pernikahan anak.
Baca Juga: Angka Stunting Parimo Menurun, Pj Bupati Berkat Komitmen Bersama
Pasalnya, anak yang menikah diusia dini, tidak akan lagi konsentrasi terhadap kegiatan sekolah. Bahkan, wajib belajar 12 tahun tak berjalan dengan baik.
“Karena pernikahan diusia anak, juga dapat menjadi pemicu terjadinya kekerasan fisik dalam rumah tangga, yang disebabkan ketidaksiapan atau masalah ekonomi,” pungkasnya.














