the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Headline

Kasus Dugaan Penganiayaan, Begini Penjelasan Kepsek SMANSA Parigi    

the OPINIbythe OPINI
6 November 2024
in Headline
Reading Time: 2 mins read
the OPINIbythe OPINI
6 November 2024
in Headline
Reading Time: 2 mins read
Kasus Dugaan Penganiayaan, Begini Penjelasan Kepsek SMANSA Parigi

Kepsek SMANSA Parigi, Drs Ardin MPd. (Foto: Iwan Tj)

PARIMO, theopini.id – Kepala SMA Negeri 1 (SMANSA) Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Ardin menjelaskan kasus dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap siswi F (16) yang dilakukan guru berinisial AM, pada Selasa, 5 November 2024.

Menurutnya, penyebab peristiwa itu terjadi karena siswi F melontarkan perkataan yang tidak menyenangkan kepada guru AM, saat meninggalkan rapat ekstrakulikuler.  

Baca Juga: Siswi SMA Negeri 1 Parigi Diduga Jadi Korban Penganiayaan Guru

“Sebagai guru, tentunya AM merasa tidak enak karena mendengar perkatan siswi F yang mengatakan, ada saya tampeleng mem itu,” kata Kepsek Ardin, di Parigi, Rabu 6 November 2024.

Baca Juga

Rekomendasi Membawa Kasus ke APH Menghilang dari Keputusan Akhir Pansus LHP-BPK Parimo

Program KNMP di Parimo Siap Dikerjakan, Tinggal Tunggu Legalitas Lahan

Ia mengatakan, guru AM memang telah mengakui, jika sempat memegang kerak baju korban saat kejadian, karena sikap menantang yang ditunjukan siswi F.

Ia pun membantah, jika guru AM mendorong siswa F saat kejadian. Korban terjatuh, disebabkan karena saling lerai yang dilakukan siswa lainnya.

“Jadi jatuhnya F, bukan karena adanya dorongan dari AM. Jatuhnya juga, bukan dari atas ke lantai bawah, itu tidak betul. Jadi saya mohon supaya ini bisa diluruskan,” jelasnya.

Selain itu, Ardin meyakini, guru di SMANSA Parigi yang dipimpinnya tidak mungkin melakukan tindakan penganiayaan terhadap siswanya.

“Hanya guru gila yang akan melakukan hal seperti itu, dan tanpa penyebab. Saya berharap kepada media agar bisa mengklarifikasi kejadian yang sesungguhnya,” tukasnya.

Selaku Kepsek SMANSA Parigi, ia meminta kepada pihak orang tua siswi F agar menyelesaikan persoalan tersebut melalui proses mediasi.

Sebab, lanjut Ardin, para peserta didik yang mengenyam pendidikan di SMANSA Parigi juga telah dianggap sebagai anaknya.

“Jadi saya bermohon kepada orang tua siswi, dan beberapa kali saya meminta maaf, kalau boleh peristiwa ini bisa dimediasi,” pintanya.

Baca Juga: Ratusan Peserta Didik SMA Negeri 1 Parigi Akan Jalani Tes Narkoba

Atas kejadian ini, pihak sekolah akan segera melakukan rapat. Hal itu, juga merupakan bagian dari tindak lanjut atas desakan para guru, agar sekolah tidak menjadi bulan – bulanan.

“Terkait adanya guru yang melihat dugaan penganiayaan tersebut, dan terkesan melakukan pembiaran, itu tidak benar. Guru-guru hanya melihat melalui CCTV, yang lihat itu hanya anak – anak, karena kasus itu terjadi saat jam belajar,” pungkasnya.

Tags: #DisdikSulteng#parigimoutong#SMANegeri1Parigi#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Kepala BPS Sulteng: Pertumbuhan Ekonomi Sulteng Naik 9,08 Persen

Next Post

Pemda Parimo-BPK Deteksi Kesalahan Penggunaan APBD Lewat Sosialisasi

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Rekomendasi Membawa Kasus ke APH Menghilang dari Keputusan Akhir Pansus LHP-BPK Parimo

Rekomendasi Membawa Kasus ke APH Menghilang dari Keputusan Akhir Pansus LHP-BPK Parimo

15 Juli 2026
Bupati Parimo Tegaskan APBD 2027 Diprioritaskan untuk Kepentingan Rakyat

Bupati Parimo Tegaskan APBD 2027 Diprioritaskan untuk Kepentingan Rakyat

15 Juli 2026
Pansus DPRD Parimo Usut Dugaan Perbedaan Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar

Pansus DPRD Parimo Usut Dugaan Perbedaan Denda Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar

13 Juli 2026
Plot Twist Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar di Parimo: Nomor Addendum Sama, Klausulnya Berbeda

Plot Twist Proyek Perpustakaan Rp8,7 Miliar di Parimo: Nomor Addendum Sama, Klausulnya Berbeda

13 Juli 2026
Pansus DPRD Parimo Tinjau Puskesmas Torue, Pengembalian Kerugian Daerah Dikebut

Pansus DPRD Parimo Tinjau Puskesmas Torue, Pengembalian Kerugian Daerah Dikebut

10 Juli 2026
Pemda Parimo Komitmen Tuntaskan Temuan BPK Sulteng dalam 60 Hari

Pemda Parimo Komitmen Tuntaskan Temuan BPK Sulteng dalam 60 Hari

9 Juli 2026

ARTIKEL TERKINI

Rekomendasi Membawa Kasus ke APH Menghilang dari Keputusan Akhir Pansus LHP-BPK Parimo

Rekomendasi Membawa Kasus ke APH Menghilang dari Keputusan Akhir Pansus LHP-BPK Parimo

15 Juli 2026
Program KNMP di Parimo Siap Dikerjakan, Tinggal Tunggu Legalitas Lahan

Program KNMP di Parimo Siap Dikerjakan, Tinggal Tunggu Legalitas Lahan

15 Juli 2026
Wagub Sulteng Ingatkan OPD, Kelalaian Administrasi Pengadaan Bisa Jadi Temuan BPK hingga KPK

Wagub Sulteng Ingatkan OPD, Kelalaian Administrasi Pengadaan Bisa Jadi Temuan BPK hingga KPK

15 Juli 2026
Bupati Parimo Tegaskan APBD 2027 Diprioritaskan untuk Kepentingan Rakyat

Bupati Parimo Tegaskan APBD 2027 Diprioritaskan untuk Kepentingan Rakyat

15 Juli 2026
Inspektorat Parimo Temukan Dua Versi Addendum Proyek Perpustakaan, Usulkan Audit Investigasi

Inspektorat Parimo Temukan Dua Versi Addendum Proyek Perpustakaan, Usulkan Audit Investigasi

15 Juli 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Pemda Parimo Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp1,448 Triliun

Pemda Parimo Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp1,448 Triliun

13 Juli 2026
Pemda Parimo Komitmen Tuntaskan Temuan BPK Sulteng dalam 60 Hari

Pemda Parimo Komitmen Tuntaskan Temuan BPK Sulteng dalam 60 Hari

9 Juli 2026
Pansus DPRD Parimo Bakal Rekomendasikan Gedung Perpustakaan Bocor dan Berjamur ke APH

Pansus DPRD Parimo Bakal Rekomendasikan Gedung Perpustakaan Bocor dan Berjamur ke APH

9 Juli 2026
Kerja Pansus LHP-BPK DPRD Parimo Diperpanjang Enam Hari

Kerja Pansus LHP-BPK DPRD Parimo Diperpanjang Enam Hari

9 Juli 2026
SMPN Model Toniasa Parigi Kembali Sepi Peminat, Hanya 15 Siswa Mendaftar

SMPN Model Toniasa Parigi Kembali Sepi Peminat, Hanya 15 Siswa Mendaftar

9 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Indeks
  • Indeks Berita
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Siber
  • Pengumuman Pendaftaran Calon Gubernur dan Wakil Gubernur
  • Ramadan
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Terms of Service
  • the OPINI

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In