PARIMO, theopini.id — Penilaian Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bagi puskesmas di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mulai digelar, namun tidak semuanya menyatakan siap.
Dari total 24 puskesmas, hanya 22 yang mengikuti proses penilaian yang berlangsung di aula lantai dua Kantor Bupati Parimo, Sulawesi Tengah, Senin, 4 Agustus 2025.
Baca Juga: 22 Puskesmas Diusulkan Jadi BLUD, Dinkes Parimo Mulai Evaluasi Dokumen
“Untuk BLUD, sebenarnya sudah kami siapkan sejak 2023, tapi ada beberapa kendala yang membuat pelaksanaannya tertunda,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Parimo, I Gede Widiadha, dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, kendala utama adalah kesulitan puskesmas dalam memenuhi persyaratan pelaksanaan Instrumen Likuiditas dan Pelaporan (ILP), sebagaimana diatur dalam peraturan Menteri Kesehatan.
Selain itu, keterlambatan dalam penyusunan dokumen pendukung membuat seluruh puskesmas baru dapat memulai persiapan pada pertengahan 2024.
Namun, dua puskesmas memilih tidak mengikuti proses ini, yakni Puskesmas Pangi dan Jononunu. Menurut I Gede, keduanya menyatakan belum sanggup melangkah menuju BLUD, meskipun telah diberikan pelatihan berkali-kali.
“Padahal tujuan BLUD adalah agar layanan puskesmas bisa berjalan lebih efektif, efisien, dan akuntabel,” tegasnya.
Baca Juga: Terapkan BLUD, Puskesmas Lompe Ntodea Siap Berinovasi Layanan Kesehatan
Meski demikian, pihak Dinkes Parimo tetap mengapresiasi 22 puskesmas yang berkomitmen mengikuti penilaian, dan berjanji akan memberikan dukungan penuh dalam proses transformasi ini.
“Saya berharap puskesmas yang mengikuti bisa menunjukkan kinerja terbaik, baik dari sisi manajemen, keuangan, maupun inovasi,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar