JAKARTA, theopini.id – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto terus mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui kolaborasi dengan berbagai pihak di luar pemerintah.
Kolaborasi tersebut, dilakukan untuk memperkuat pembangunan desa dengan memanfaatkan dukungan dan pendanaan lain di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Mendes Yandri mengatakan, salah satu kerja sama yang dilakukan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) adalah menggandeng Hakko Fukushikai Foundation dari Jepang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) desa.
Kerja sama tersebut, diwujudkan melalui pemberian beasiswa kepada pemuda desa dalam program Pemuda Bangun Desa, Bangun Indonesia.
“Kita ada program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia,” ujar Yandri.
Selain pengembangan SDM, Kemendes PDT juga berupaya memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat di tingkat desa.
Upaya tersebut, dilakukan melalui kerja sama dengan New Hope Fintech dari China yang akan memberikan pendampingan dan pemberdayaan BUM Desa berbasis teknologi.
“Kami menggaet New Hope China. Ini mereka siap untuk melakukan pendampingan dan pemberdayaan BUMDes dengan sistem teknologi yang sangat bagus,” kata Yandri.
Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk penguatan BUMDes, tetapi juga dapat dikembangkan dalam berbagai program Kemendes PDT lainnya, termasuk pengembangan Desa Wisata dan Desa Ekspor.
Teranyar, Kemendes PDT menggandeng PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dalam pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan melalui BUM Desa.
Kerja sama tersebut, diarahkan untuk mendukung transisi energi sekaligus pencapaian target Net Zero Emission di desa dan daerah tertinggal.
Dalam kesempatan tersebut, Mendes Yandri juga meminta dukungan Komisi V DPR RI agar berbagai program kolaborasi tersebut dapat berjalan optimal.
Menurutnya, dukungan legislatif dibutuhkan agar program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dapat dilaksanakan secara lebih maksimal.
Kerja sama tersebut, mendapat sambutan positif dari pimpinan Komisi V DPR RI.
“Sekali lagi tepuk tangan untuk Pak Menteri Desa. Mantap,” kata Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus.
Dalam kesempatan yang sama, Mendes Yandri juga memaparkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2025 serta realisasi anggaran hingga Agustus 2026.
Mendes Yandri hadir didampingi Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, serta sejumlah pejabat di lingkungan Kemendes PDT.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati














