PALU, theopini.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan rekonstruksi atau pembangunan kembali Gedung Anutapura Medical Centre (AMC) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anutapura di Kota Palu, Sulawesi Tengah yang terdampak bencana alam gempa bumi pada 2018.
Rekostuksi RSUD Anutapura, yang dilakukan bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) merupakan rumah sakit cukup vital bagi pelayanan kesehatan di Palu.
Baca Juga: Kementerian PUPR Terget Bangun 5.379 Unit Rusun Senilai Rp2 Triliun
“Penanganan pascabencana Sulawesi Tengah, meliputi tahap tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi. Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar membangun dengan kerentanan yang sama,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam keterangan resminya, Sabtu, 18 Maret 2023.
Pekerjaan pembangunan gedung AMC RSUD Anutapura, dilaksanakan oleh PT Adhi Karya sejak Desember 2021 dengan dana loan IRSL JICA sebesar Rp234,7 miliar.
Gedung ini memiliki luas 15.322 m2 yang terdiri dari empat lantai bangunan, dan satu semi basement. Di dalamnya terdapat ruang IGD, ruang poliklinik, ruang rawat inap, ruang ICU, ruang operasi, dan ruang pelayanan lainnya.
Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tengah, Sahabuddin mengatakan, rekonstruksi RSUD Anutapura menerapkan struktur tahan gempa dengan menggunakan teknologi lead rubber bearing (LRB), serta menerapkan prinsip Bangunan Gedung Hijau (BGH)/Green Building sesuai Permen PUPR No. 21 Tahun 2021.
“Di Indonesia, teknologi LRB sudah biasa digunakan di jalan dan jembatan, tapi masih jarang digunakan pada bangunan. RS Anutapura ini adalah bangunan berteknologi LRB pertama yang dibangun oleh Kementerian PUPR. Bahkan di Indonesia timur sendiri pun, gedung ini merupakan satu-satunya yang menggunakan teknologi LRB,” kata Sahabuddin saat kunjungan JICA ke RS Anutapura, Rabu, 15 Maret 2023.
Baca Juga: Kementerian PUPR Tambah Kuota Bantuan Subsidi Perumahan di 2023
Dia menambahkan, teknologi LRB ini diadopsi oleh Kementerian PUPR dari Jepang melalui kerja sama dengan JICA.
“Namun untuk produksinya kita ambil semua dari pabrik LRB yang berlokasi di Cirebon. Jadi tetap produksi dalam negeri atau TKDN,” tuturnya.















