Pemda Jadi Ujung Tombak Penanganan TBC, Mendagri Tito: Jadikan Prioritas Utama

JAKARTA, theopini.idMenteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, Pemerintah Daerah (Pemda) harus menjadi garda terdepan dalam penanganan Tuberkulosis (TBC). \

Ia meminta, kepala daerah menempatkan penanggulangan TBC sebagai prioritas utama di daerah masing-masing.

Baca Juga: Dinkes Parimo Gencar Skrining TBC untuk Deteksi Penderita

“Kalau TB ini kuncinya nomor satu, teman-teman kepala daerah serius aja tuh, jadikan prioritas,” kata Tito dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penuntasan TBC dan Pembahasan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin, 29 September 2025.

Menurut dia, peran aktif Pemda sangat menentukan efektivitas program penanggulangan TBC. Ia mencontohkan keberhasilan kerja sama pemerintah pusat dan daerah dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Dengan mekanisme yang serupa, penanganan TBC diyakini bisa lebih optimal.

BACA JUGA:  Pemprov Sulteng Akan Bantu Anggaran PSU Pilkada Parimo

Presiden RI Prabowo Subianto disebut, telah memberikan perhatian serius terhadap persoalan TBC dengan menugaskan Menko PMK Pratikno sebagai koordinator nasional.

Sementara di tingkat teknis, Mendagri menugaskan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA bersama Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Murti Utami, untuk memimpin langkah pengendalian.

“Ini menjadi atensi yang serius bagi kita, dan mohon ini juga menjadi sinyal bahwa penanganan TB ini menjadi perhatian dan priority dari semua daerah juga,” imbuh Tito.

Lebih lanjut, Tito meminta Pemda membentuk tim penanggulangan TBC di setiap kabupaten, kota, hingga provinsi.

Tim ini, diharapkan rutin melakukan analisis dan evaluasi agar perkembangan kasus di daerah dapat termonitor. Bahkan, pemerintah berencana memberikan penghargaan bagi daerah yang menunjukkan kinerja terbaik dalam penanganan TBC.

BACA JUGA:  Indonesia-Arab Saudi Teken Kerja Sama Jaminan Produk Halal

Selain isu kesehatan menular, ia juga mengingatkan pentingnya dukungan Pemda dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, keberhasilan program ini bergantung pada pengawasan kualitas makanan di lapangan.

Baca Juga: Target Eliminasi TBC, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pusat hingga Daerah

“Sebelum dihidangkan ada UKS, Unit Kesehatan Sekolah yang akan mengecek kualitas. Jadi pengecekan di dapur, pengecekan lagi oleh ahli gizi dan dinas kesehatan, dan kemudian pada waktu di sekolah ada lagi pengecekan oleh UKS di bawah Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Tito menekankan, peran dinas kesehatan dan dinas pendidikan di daerah penting untuk mencegah insiden keracunan makanan sekaligus memastikan anak-anak mendapat asupan bergizi sesuai standar.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar