FKUB Sulteng Tekankan Kewaspadaan Ujaran Keagamaan di Era Digital

DONGGALA, theopini.idForum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah mengingatkan, meningkatnya risiko penyebaran ujaran keagamaan yang dapat memicu konflik sosial di era digital.

“Ini era global, apa pun yang kita ucapkan bisa tersebar dalam hitungan detik. Karena itu kita harus sangat berhati-hati, terutama saat bicara soal agama,” tegas Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama di Aula Kantor Kecamatan Banawa Selatan, Desa Watatu, Rabu, 26 November 2025.

Baca Juga: FKUB Sulteng Ajak Masyarakat Tangkal Radikalisme Lewat Media Sosial

Dalam paparannya, Prof Zainal menyoroti tantangan besar, yang muncul dari arus informasi digital yang tidak lagi mengenal batas ruang.

BACA JUGA:  Ancam Ekspor Durian, Kadin Parimo Desak Kapolres Baru Tertibkan Tambang Emas Ilegal

Menurutnya, ucapan yang disampaikan di ruang-ruang internal seperti masjid atau gereja bisa dengan mudah direkam, disebarkan, dan menimbulkan kesalahpahaman antarpemeluk agama.

“Jangan membicarakan agamanya orang. Fokus saja pada keyakinan masing-masing, karena satu ucapan bisa melahirkan bibit perpecahan,” ujar Prof. Zainal.

Ia menegaskan, kerukunan hari ini merupakan investasi sosial bagi generasi berikutnya. Karena itu, setiap pemimpin agama dan tokoh masyarakat perlu menjadi teladan dalam menjaga komunikasi publik agar tidak menyinggung kepercayaan pihak lain.

Untuk memperkuat fondasi kehidupan beragama yang damai, Prof. Zainal memaparkan lima strategi: menerima perbedaan, mengedepankan persamaan, saling percaya dan memahami, menerapkan moderasi beragama, serta membangun kesadaran global bahwa setiap tindakan dan ucapan memiliki konsekuensi luas.

BACA JUGA:  Marak Goyang Erotis di Pesta Warga, MUI Parimo Libatkan Aparat Kepolisian

“Keragaman suku, bahasa, dan agama adalah ciptaan Tuhan. Karena itu jangan dipersoalkan, justru harus kita syukuri,” jelasnya.

Baca Juga: FKUB Sulteng Ajak Warga Kibarkan Merah Putih di HUT ke-80 RI

Sosialisasi tersebut, menjadi bagian dari upaya memperkuat moderasi beragama di tingkat akar rumput guna mencegah potensi konflik sosial yang dapat muncul akibat penyalahgunaan ruang digital.

Acara sosialisasi yang digelar FKUB Sulawesi Tengah ini, bekerja sama dengan Badan Kesbangpol Donggala itu dihadiri tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, imam masjid, pendeta, serta perwakilan Polsek dan Koramil Banawa Selatan.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar